istanbul escort mersin escort REKONSILIASI DATA SIMPEG DAN SIMGaji DISEPAKATI

Pengumuman



INFO GRAFIS PENGUMUMAN
HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CPNS DAN MASA SANGGAH


INFO GRAFIS SELEKSI TERBUKA JPT 2019
26 Nov s/d 10 Des 2019


INFO GRAFIS FILE UPLOAD
PENDAFTARAN CPNS 2019


INFO GRAFIS SELEKSI CPNS
KAB. BANJARNEGARA TAHUN 2019


Cara Pengoperasian CAT


ijinbelajar









Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini206
mod_vvisit_counterKemarin662
mod_vvisit_counterPekan Ini4349
mod_vvisit_counterPekan Terakhir6714
mod_vvisit_counterBulan Ini12599
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19957
mod_vvisit_counterSemua2386658

Online (20 menit yg lalu): 23
IP Anda: 34.200.222.93
,
Hari ini: 15 Agustus 2020


Apabila Anda menerima SMS yang mengatasnamakan BKD Kab. Banjarnegara meminta data Tenaga Honorer, mohon jangan memberikan data apapun. SMS tersebut bukan dari BKD Banjarnegara, melainkan SMS PENIPUAN. Hati-hati...!!! Jadwal pelayanan mobil PT. Taspen (Persero) Cabang Purwokerto dapat dilihat disini.

REKONSILIASI DATA SIMPEG DAN SIMGaji DISEPAKATI

Surel Cetak PDF

Banjarnegara (bkd.banjarnegarakab.go.id) - Kesepakatan antara Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Banjarnegara membuahkan hasil dengan ditandatanganinya Berita Acara Hasil Rekonsiliasi data SimPeg dan data SimGaji oleh Kepala BKD Yusuf Agung Prabowo dengan Dwi Suryanto, Kepala BPPKAD yang disaksikan oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Tien Sumarwati, S.Sos, MM. di Aula BPPKAD Rabu (8/7).

Untuk meningkatkan keakuratan dan kecepatan data kepegawaian dengan data gaji bagi para PNS dilingkungan Pemkab Banjarnegara dilakukan rekonsiliasi antara data yang ada pada SimPeg dan data yang ada pada SimGaji. Dari hasil rekonsiliasi tersebut disepakati per 1 Desember 2019 terdapat data jumlah PNS versi SimPeg sebanyak 8.162 PNS dan versi data di SimGaji terdapat sebanyak 8.085 PNS. Sehingga ada selisih 77 orang, hal ini disebabkan antara lain karena masih adanya gaji terusan selama beberapa bulan bagi janda/duda PNS yang ditinggal meninggal dunia suami/istrinya yang berstatus PNS, masih ditemukan NIP PNS yang belum valid, adanya PNS yang sudah pensiun Atas Permintaan Sendiri (APS) yang hal ini di BPPKAD telah menghentikannya karena ada usulan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"PNS setelah  mencapai Batas Usia Pensiun (BUP) di BPPKAD langsung dihentikan gajinya, sementara di BKD tetap masih menunggu SK diterbitkan dan diterima,  serta adanya mutasi PNS dari Banjarnegara ke daerah lain dimana daerah penerima belum menerbitkan SPMT (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas) sebagai dasar menghentikan gaji, sehingga gaji masih tercatat di SimGaji kami", terang Dwi Suryanto saat bersama Yusuf Agung menandatangani Berita Acara. Dengan penandatanganan BA selanjutnya tetap dilakukan pelacakan data selisih tersebut sampai benar-benar tidak diketemukan adanya selisih ungkapnya.

Dengan adanya kesepakatan penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi tersebut segera akan dilakukan integrasi penggunaan data SimPeg yang ada di BKD yang nantinya akan ditarik ke SimGaji yang ada di BPPKAD melalui API (Application Programming Interface) yakni aplikasi penengah yang menjembatani transfer data tersebut. Integrasi ini saat ini sedang dibangun oleh Tim Ahli sehingga diharapkan dalam waktu singkat bisa untuk diuji coba dalam penerapannya.

Sementara itu Tien Sumarwati, Asisten Administrasi Setda, saat memberikan kesaksian sangat mendukung rencana integrasi ini, karena nantinya dari data SimPeg yang sudah valid dan akurat akan ditarik tidak hanya untuk SimGaji saja, namun bisa dikembangkan di tarik ke Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang lain untuk percepatan pelayanan administrasi pemerintah daerah Banjarnegara yang saat ini kita sedang dalam situasi pandemi Virus Corona 19, sehingga akan mengurangi kontak langsung antar PNS dan Petugas di SimGaji dalam memberikan layanan.(ew)

Editor: Kepala Badan Kepegawaian Daerah

REKONSILIASI DATA SIMPEG DAN SIMGaji DISEPAKATI

B

anjarnegara, Kesepakatan antara Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Banjarnegara membuahkan hasil dengan ditandatanganinya Berita Acara hasil Rekonsiliasi data SimPeg dan data SimGaji oleh Kepala BKD Yusuf Agung Prabowo dengan Dwi Suryanto, Kepala BPPKAD yang disaksikan oleh Asisten Administrasi Setda Tien Sumarwati, S.Sos, MM di Aula BPPKAD Rabu (8/7).

Untuk meningkatkan keakuratan dan kecepatan data kepegawaian dengan data gaji bagi para  PNS dilingkungan Pemkab Banjarnegara dilakukan Rekonsiliasi antara data yang ada pada SimPeg dan data yang ada pada SimGaji. Dari hasil rekonsiliasi tersebut disepakati per 1 Desember 2020 terdapat data jumlah PNS versi SimPeg sebanyak 8.162 PNS dan versi data di SimGaji terdapat sebanyak 8.085 PNS. sehingga ada selisih 77 orang, hal ini disebabkan antara lain karena masih adanya gaji terusan selama beberapa bulan bagi janda/duda PNS yang ditinggal meninggal dunia suami/istrinya yang berstatus PNS, masih ditemukan NIP PNS yang belum valid, adanya PNS yang sudah pensiun atas permintaan sendiri (APS) yang hal ini di BPPKAD telah menghentikannya karena ada usulan OPD, PNS Pensiun setelah BUP di BPPKAD langsung dihentikan gajinya sementara di BKD tetap masih menunggu SK diterbitkan dan diterima,  serta adanya mutasi PNS dari Banjarnegara ke daerah lain dimana daerah penerima belum menerbitkan SPMT (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas) sebagai dasar menghentikan gaji, sehingga gaji masih tercatat di SimGaji kami, demikian menurut Dwi Suryanto dan Yusuf Agung saat menandatangani Berita Acara. Dengan penandatanganan BA selanjutnya tetap dilakukan pelacakan data selisih tersebut sampai benar-benar tidak diketemukan adanya selisih ungkapnya.

Dengan adanya kesepakatan penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi tersebut segera akan dilakukan integrasi penggunaan data SimPeg yang ada di BKD yang nantinya akan ditarik ke SimGaji yang ada di BPPKAD melalui API (Application Programming Interface) yakni aplikasi penengah yang menjembatani transfer data tersebut. Integrasi ini saat ini sedang dibangun oleh Tim Ahli sehingga diharapkan dalam waktu singkat bisa untuk diuji coba dalam penerapannya.

Sementara itu Tien Sumarwati, Asisten Administrasi Sekda, saat memberikan kesaksian sangat mendukung rencana integrasi ini, karena nantinya dari data SimPeg yang sudah valid dan akurat akan ditarik tidak hanya untuk SimGaji saja, namun bisa dikembangkan di tarik ke Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang lain untuk percepatan pelayanan administrasi pemerintah daerah Banjarnegara yang saat ini kita sedang dalam situasi Pandemi Virus Corona 19, sehingga akan mengurangi kontak langsung antar PNS dan Petugas di SimGaji dalam memberikan layanan.

 

Facebook BKD

Kegiatan